Di dalam Al-Qur’an Allah SWT menjelaskan tentang hakekat taqwa, perhatikan ayat-yat berikut ini: لَيْسَ الْبِرَّ اَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةِ وَالْكِتٰبِ وَالنَّبِيّٖنَۚ وَاٰتَى الْمَالَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِۙ وَالسَّاۤىِٕلِيْنَ وَفىِ الرِّقَابِۚ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَۚ وَالْمُوْفُوْنَ بِعَهْدِهِمْ اِذَا عَاهَدُوْاۚ وَالصّٰبِرِيْنَ فِى الْبَأْسَاۤءِ وَالضَّرَّاۤءِ وَحِيْنَ الْبَأْسِۗ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْاۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ ١٧٧ “ Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam pe...
Ada seorang Sulthan (Raja) yang bernama Sulthon Mahmud Al-Ghaznawi/Al Ghornawi. Sepanjang hidupnya Raja ini selalu menyibukkan dirinya dengan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Setiap selesai shalat subuh, sang raja membaca shalawat sebanyak 300.000 kali. Begitu asyiknya raja membaca shalawat sebanyak itu, seolah-olah beliau lupa akan tugasnya sebagai seorang raja, yang di pundaknya tertumpu berbagai tugas negara dan berbagai macam harapan rakyatnya yang bergantung padanya. Sehingga kalau pagi tiba, sudah banyak rakyatnya yang berkumpul di istana menunggu sang raja, untuk mengadukan persoalannya. Namun sang raja yang ditunggu-tunggu tidak kunjung hadir. Sebab sang raja tidak akan keluar dari kamarnya, walau hari telah siang, jika belum menyelesaikan wirid shalawatnya. Setelah kejadian ini berlangsung agak lama, pada suatu malam beliau bermimpi bertemu dengan RasulullaAh SAW. Di dalam mimpinya, RasulullaAh SAW bertanya, “Mengapa kamu berlama-lama di dalam kamar..? Sedangk...
BAHTSUL MASAA’IL LEMBAGA PENGKAJIAN MASALAH AGAMA (LPMA) CIGANJUR-CIPEDAK MEMBAYAR FIDYAH PUASA DAN SOLAT DASAR PEMIKIRAN Sholat dan puasa adalah merupakan kewajiban individu muslim yang seharusnya tidaklah boleh ditinggalkan, bahkan melalaikannya saja termasuk kategori perbuatan dosa dan tercela. Ada beberapa alasan yang dibenarkan oleh agama untuk dapat meninggalkan kewajiban sholat dan puasa berdasarkan hadits yang datang kepada kita, namun kebolehan tersebut bukanlah merupakan jalan keluar atas kemalasan dan pembangkangan terhadap Allah SWT. Ciganjur dan sekitarnya yang dari dahulu merupakan kampung santri dan berpenghuni mayoritas muslim NU, mempunyai fenomena yang menarik yang perlu mendapatkan perhatian dan pengamatan, salah satumya adalah pembayaran fidyah puasa dan (bahkan) fidyah sholat yang tata caranya berbeda dengan ketentuan para ulama salaf. Risalah ini diharapkan dapat memberikan keyakinan yang mendasar bagi para pelaksana pembayaran fid...
Komentar
Posting Komentar